• Compassion in Diversity

    KILAU TELUK IJO:
    Refleksi Fashion Banyuwangi Priscilla Saputro

KILAU TELUK IJO: Refleksi Fashion Banyuwangi Priscilla Saputro

 

 

Anak-anak kecil bertelanjang kaki berlarian melewati model Inez Adelaide dan Shabrina Sungkar, finalis wajah Femina 2013 yang menunggu giliran difoto. Bergaun batik motif Kangkung Setingkes (Seikat Kangkung) Banyuwangi yang diolah menjadi mewah oleh desainer Priscilla Saputro bersama artisan-artisan pembatik yang tergabung dalam Batik Nyonya Indo, Inez dan Shabrina duduk di sofa lusuh, di hamparan pasir putih Teluk Ijo di bibir selat Bali. Semburat kehijauan memancar dari air pantai yang jernih menerpa garis pantai.

"Dari mana dik?" tanya Inez.
"Rajegwesi!" teriak salah satu dari anak-anak berkulit sawo matang itu.
"Ke teluk ini naik apa?"
"Naik Perahu!!" Nadanya tegas, berani, menyiratkan semangat cakrapatih samudra. Orang Indonesia yang bernenek moyang pelaut memang seharusnyalah bersikap demikian. Kerasnya alam di wilayah kelautan yang mendominasi Indonesia hingga 80% seharusnyalah menciptakan sifat-sifat yang tegas, kepribadian yang kuat serta berkarakter. Ketegasan itu pula yang membayangi keindahan karya desain Priscilla Saputro. Karya-karya ini sehari sebelumnya ditampilkan dalam Banyuwangi Batik Festival 2014, yang diselenggarakan pada 20 September 2014 lalu.

2 Collection 2014
Collection 2014 3
4 Collection 2014
Collection 2014 5
6 Collection 2014

 

"Compassion in Diversity", ini tema dipilih oleh Priscilla Saputro untuk mengangkat Batik Banyuwangi ke ranah fashion. Kasih sayang menjadi ide penting karena Priscilla merasakan sendiri keramahan dan keindahan hati orang Banyuwangi saat dia pertama kali berkunjung beberapa bulan sebelumnya. Keindahan hati ini bagi Priscilla merupakan suatu bentuk kekayaan yang berbeda dengan pemahaman kita kita tentang kekayaan bendawi. Untuk itu Priscilla mengawinkan batik katun dengan bahan beludru yang mewah.

Di lain pihak, nada warna yang dimainkan batiknya memancarkan ketegasan dan kekuatan yang sama dengan jiwa jalesveva jayamahe. Jiwa Banyuwangi yang ditempa kerasnya laut muncul dalam warna maroon, hijau, biru dan warna tanah yang berkarakter. Keseimbangan antara keindahan hati dan kekuatan jiwa ini yang menjadi inti dari koleksi Priscilla kali ini.

Keanekaragaman hayati dan budaya merupakan aspek lain dari Banyuwangi yang menghidupkan semangat dan mata kreatif Priscilla. Kostum penari gandrung dan busana perkawinan Osing, nama kesatuan budaya Banyuwangi tradisional yang berakar pada kerajaan Blambangan dan Majapahit, menjadi inspirasi yang kuat.

Terakhir, motif batik Kangkung Setingkes, seikat kangkung dipahami Priscilla sebagai keanekaragaman yang dipersatukan oleh kasih sayang. Ini sejalan dengan semangat kangkung setingkes, yang menggambarkan pentingnya kesatuan sebagai syarat kuatnya satu komunitas.

Collection 2014 7
8 Collection 2014
Collection 2014 9
10 Collection 2014
Collection 2014 11
12 Collection 2014
Collection 2014 13
14 Collection 2014
Collection 2014 15
16 Collection 2014
Collection 2014 17
18 Collection 2014
Collection 2014 19
20 Collection 2014
Collection 2014 21


Banyuwangi 2014

X

CONTACT

Thanks for your email

Lorem ipsum dolor sit amet, vel ad sint fugit, velit nostro pertinax ex qui, no ceteros civibus explicari est. Eleifend electram ea mea, omittam reprehendunt nam at. Putant argumentum cum ex. At soluta principes dissentias nam, elit voluptatum vel ex.